topbella

Sabtu, 26 Mei 2012

Guru BK, Konselor Apa Polisi Sekolah?


Guru BK,
Konselor Apa Polisi Sekolah?

Pelayanan bimbingan dan konseling di Indonesia sudah berjalan cukup lama. Kendati belum bisa dibilang sudah terlalu tua, tetapi ibarat manusia kini ia sudah cukup dewasa. Sejak awal dibicarakan pada tahun 1962, yang kala itu masih bernama bimbingan dan penyuluhan (BP), oleh pemerintah peranannya niscaya dianggap cukup signifikan dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah. Oleh karenanya, keberadaan tenaga BK di sekolah disejajarkan dengan guru kelas maupun mata pelajaran. Sehingga guru BK pun masuk kategori tenaga fungsional.
Apreasi yang demikian tinggi oleh pemerintah terhadap profesi konselor dan pembimbing di sekolah memang tidak lepas dari sejarah awal perkembangan layanan tersebut di Indonesia, yakni dengan kegiatan di sekolah dan usaha – usaha pemerintah. Sedang di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, diawali oleh usaha perorangan dan pihak swasta, kemudian barulah berangsur-angsur menjadi usaha pemerintah.
          Itulah sebabnya tidak bisa disalahkan kala hingga dewasa ini masih sering terjadi salah persepsi akan peran bimbingan dan konseling di sekolah. Jangankan di mata siswa, sesama pendidik (guru) bahkan Kepala sekolah pun, masih banyak yang memposisikan guru BK tidak pada porsi sebenarnya. Dampaknya, peran mereka di sekolah kurang bisa optimal. Banyak siswa yang masih menganggap guru BK tak ubahnya sebagai polisi sekolah. Itu terjadi lantaran kesan yang mereka dapatkan, tugas guru BK hanyalah menghukum siswa yang nakal atau bikin ulah di sekolah. Guru BK adalah penjaga tata tertib di sekolah, ibaratnya mereka itu polisi atau pun satpol PP. Oleh karenanya, mereka pun juga tidak familier dengan BK dan kala dipanggil guru BK, belum-belum mereka sudah bertanya-tanya dalam hati perihal kesalahannya. Rata-rata kesan siswa terhadap guru BK tidak lebih dari itu.
          Adanya kesan siswa terhadap guru BK yang demikian itu, tidak lepas pula dari penugasan Kepala sekolah terhadap mereka yang memang tak jauh dari polisi sekolah. Hal ini terjadi, kadang-kadang disebabkan oleh pemahaman kepala sekolah terhadap profesi guru BK sendiri. Semisal akibat latar belakang pendidikan mereka yang bukan dari BK atau factor manajeral dan bisa juga akibat organisasi di sekolah bersangkutan yang memang mengondisikan mereka seperti itu.
          Pada umumnya, sesuatu hal yang tumbuh tidak secara alami memang cukup lama untuk bisa dibumbuhi. Demikian halnya dengan perkembangan pelayanan BK yang bisa dibilang awalnya formalistic, hingga hampir setengah abad usianya di Indonesia, masih juga banyak pihak salah persepsi atas perannya. Padahal berbagai pelayanan yang semestinya ditangani guru BK kini tanpa sadar banyak diambil alih perorangan atau pihak swasta. Dan akan hal ini, respon masyarakat ternyata amat positif. Inilah terkadang yang susah dimengerti.

Formalisasi BK
          Apabila kita tilik sejarahnya, kemunculan BK yang dulu bernama BP ( bimbingan dan penyuluhan ) dimulai pada tahun 1960-an. Kala itu terjadi perubahan system pendidikan di SMA, yaitu adanya pergantian nama menjadi SMA Gaya Baru dan berubahnya penjurusan yang semula di kelas 1 menjadi kelas 2. Perubahan program penjurusan tersebut menurut Dr. syamsu Yusuf, LN dan Dr. A. Juntika Nurihsan dari UPI (2010) dalam bukunya Landasan Bimbingan dan Konseling, merupakan respon akan kebutuhan untuk menyalurkan para siswa ke jurusan yang tepat bagi dirinya secara perorangan.
          Dalam rencana pelajaran SMA Gaya Baru, di antaranya ditegaskan sebagai berikut. (a) di kelas 1 setiap pelajar diberi kesempatan lebih mengenal bakat dan minatnya, dengan jalan mempelajari segala jenis mata pelajaran yang ada di SMA dengan bimbingan dan penyuluhan yang teliti dari guru maupun orangtua; (b) dengan menggunakan peraturan kenaikan kelas dan bahan-bahan catatan dalam kartu pribadi setiap murid, para pelajar disalurkan ke kelas 2 kelompok khusus : budaya, social, pasti dan pengetahuan alam (paspal); (c) untuk kepentingan tersebut, pengisian kartu pribadi murid harus dilaksanakan seteliti-telitinya.
          Perumusan dan pencantuman resmi di dalam rencana pelajar SMA ini disusul dengan berbagai kegiatan pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, seperti rapat kerja, penataran dan lokakarya. Puncak dari usaha ini adalah pembukaan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan (BP) di Fakultas Ilmu Pendidikan pada beberapa IKIP Negeri pada 1963-an.
          Menelaah rencana pelajaran SMA Gaya Baru sebagaimana didokumentasikan oleh Rochman Natawidjaja (1971) tersebut, dapatlah kita sebut bahwa hal itu merupakan awal formalisasi pelayanan BP/BK. Selanjutnya, dengan diperkenalkannya gagasan Sekolah Pembangunan pada tahun 1970/1971, peranan bimbingan dan penyuluhan kembali mendapat perhatian. Gagasan sekolah pembangunan ini kemudian dituangkan dalam program Sekolah Menengah Pembangunan (SMPP).
          SMPP merupakan proyek percobaan dan peralihan dari sistem persekolahan lama menjadi sekolah pembangunan. Pembentukan SMPP ini tertuang dalam SK Mendikbud nomor 0199/0/1973. Dan, untuk melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di SMPP, Badan Pengembangan Pendidikan Depdikbud menyusun program Bimbingan dan Penyuluhan SMPP.
          Badan Pengembangan Pendidikan Depdikbud, melalui berbagai lokakarya yang diselenggarakan berhasil menyusun dua naskah penting dalam sejarah perkembangan layanan bimbingan di Indonesia. Kedua naskah tersebut adalah: (a) pola dasar rencana dan pengembangan program bimbingan dan penyuluhan melalui proyek-proyek perintis sekolah pembangunan; (b) pedoman oprasional pelayanan bimbingan pada proyek-proyek perintis sekolah pembangunan.
          Menurut Syamsu Yusuf, secara formal bimbingan dan konseling diprogramkan di sekolah sejak diberlakukanya kurikulum 1975. Dalam kurikulum tersebut disebutkan bahwa bimbingan dan penyuluhan merupakan bagian integral dalam pendidikan di sekolah. Sejalan dengan itu, pada tahun 1975 di Malang berdirilah Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Kehadirannya memberikan pengaruh amat berarti bagi perluasan program bimbingan di sekolah.
          Sejarah dengan penyempurnaan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984, dimasukanlah bimbingan karir dalam layanan BP sehingga di sekolah-sekolah sering muncul istilah BK/BP (bimbingan karir/bimbingan penyuluhan). Padahal antara bimbingan karir dan bimbingan penyuluhan tidak identik. Oleh karenanya pemakaian istilah BK/BP tersebut kurang tepat. Untungnya dalam UU nomor 2 tahun 1989 tentang Sisdiknas, istilah tersebut dibakukan menjadi bimbingan. Bimbingan berdasarkan PP nomor 25 dan 28 tahun 1990 dijelaskan sebagai: “…bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan.”
          Sayangnya, dalam pelaksanaan bimbingan kemudian muncul kerancuan sejalan dengan terbitnya SK Menpan nomor 84/1993 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Terlebih setelah munculnya SKB antara Mendikbud dan kepala BAKN nomor 0433/P/1993 – nomor 26 tahun 1993 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.
          Dalam aturan tersebut standart prestasi kerja guru kelas, di tambah melaksanakan program BK di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini mengesankan bahwa semua guru dapat diserahi tugas melaksanakan pelayanan BP. Akibatnya pelayanan BP menjadi kabur dalam pemahaman maupun implementasinya.
          Untungnya, kenyataan itu secara yuridis formal kini tidak lagi mengalami tumpang tindih. Hal itu sejalan dengan terbitnya UU 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan di ikuti UU Guru dan Dosen, PP tentang Guru dan kulminasinya pada PermenPan & RB nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya yang lantas diikuti peraturan bersama antara Mendiknas dan kepala BKN nomor 03/V/ PB/2010 – nomor 14 ahun 2010. Dimulai dari PeremenPan, antara guru kelas, guru mata pelajaran dan guru bimbingan konseling, sudah terdapat pemilihan yang jelas.
          Terkait dengan itu, selayaknya peran guru BK saat ini harus sudah dirasakan betul manfaatnya dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran di sekolah. Terlebih keberadaan guru BK yang semula terwadahi dalam Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI), sejak 2001 juga telah berubah menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN). Melalui berbagai dukungan yang dilakukan pemerintah maupun upaya internal asosiasi, seharusnya profesi tersebut kini sudah mendapat pengakuan dan kepercayaan public. Kenyataannya, sebagaimana dipaparkan di atas, citra negative guru BK masih juga belum hilang. Oleh karenanya, perlu ada langkah-langkah lebih konkrit untuk mengangkat citra guru BK, baik itu dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud maupun internal organisasi profesi.

Bimbingan & Layanan BK
          Guna memberikan pemahaman yang utuh perihal guru BK alangkah baiknya kita tengok lagi jenis-jenis bimbingan dan layanan yang bisa dilakukan. Menurut Prof. Dr. Suharismi Arikunto (2011) ada empat jenis bimbingan yang bisa dilakukan oleh guru BK, yaitu : (1) bimbingan pribadi; (2) bimbingan social; (3) bimbingan belajar; dan (4) bimbingan karir.
          Adapun layanan yang bisa diberikan guru BK, setidaknya ada tujuh macam, yakni: (1) layanan orientasi; (2) layanan informasi; (3) layanan penempatan dan penyaluran; (4) layanan pembelajaran; (5) layanan konseling perorangan; (6) layanan bimbingan kelompok; dan (7) layanan konseling kelompok.
Sedangkan Muro dan Kottman (1995) sebagaimana disitir Syamsu Yusuf, mengemukakan struktur program bimbingan dan konseling komprehensif yang diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan, yaitu: (1) layanan dasar bimbingan; (2) layanan responsive;  (3) layanan perencanaan individual; dan (4) dukungan system.
          Layanan dasar bimbingan merupakan layanan bantuan bagi peserta didik (siswa) melalui kegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas yang disajikan secara sistematis, dalam rangka membantu siswa mengembangkan potensinya secara optimal. Layanan ini bertujuan membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat dan memperoleh keterampilan dasar hidup.
          Sedangkan layanan responsif merupakan layanan bantuan bagi para siswa yang memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan bantuan yang dirasakan pada saat ini, atau para siswa yang dipandang mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas perkembangannya. Indikator dari kegagalannya itu berupa ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri atau perilaku bermasalah yang bisa disebut malasuai (maladjustment).
          Kemudian untuk layanan perencanaan individual dapat diartikan sebagai layanan bantuan kepada semua siswa agar mampu membuat dan melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan pemahaman akan kekuatan dan kelemahan dirinya. Melalui layanan ini diharapkan bisa membantu individu membuat dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan, karir dan social pribadinya. Selain itu juga membantu individu memantau dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri, kemudian merencanakan dan mengimplementasikan rencana-rencananya itu sesuai dengan pemantauan dan pemahamannya tersebut.
          Ketiga komponen program tersebut merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan system merupakan komponen layanan dan kegiatan menejemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. Program ini memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam rangka memperlancar penyelenggaraan ketiga program layanan di atas.
          Melihat beraneka ragam jenis bimbingan maupun layanan yang bisa dilakukan oleh guru BK tersebut, andai bisa dilaksanakan secara optimal di suatu sekolah niscaya amat besar peran konselor dalam proses pembelajaran. Hanya sayangnya, yang sering kita temukan kala masuk ruang BK, yang menonjol adalah rekapitulasi pelanggaran tata tertib oleh siswa. Padahal guru BK mestinya bukannya ditakuti oleh siswa melainkan justru harus amat dekat, bahkan ia menjadi tumpuhan kala siswa ingin mendapatkan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Dengan solusi tersebut, diharapkan aktivitas belajar siswa itu kembali normal dan meraih prestasi yang gemilang.
          Berangkat dari sini, memang profesionalitas guru BK menjadi taruhannya untuk bisa menorehkan citra positif di mata public atas profesi yang diembannya. Andai itu bisa dilakukan terjadi sebuah lompatan yang amat jauh atas pendidikan di Indonesia. Dan mengingat arti pentingnya guru BK, maka keberadaan guru tersebut selayaknya sudah harus dimulai pada jenjang PAUD dan Sekolah Dasar. Sebab, justru di jenjang itulah mestinya guru BK bisa melakukan pendampingan atau bimbingan dan konseling agar perkembangan siswa (anak) menjadi optimal. Yang terjadi saat ini, guru BK baru mulai ada di jenjang SMP dan parahnya, peran mereka juga tidak maksimal. Lain halnya sekolah swasta yang paham betul peran guru BK, mereka malahan ada juga yang merektur sarjaan psikologi (anak).
          Nah, kini saatnya kita memberdayakan guru BK agar mereka tidak lagi terkurung dalam lingkungan organisasi sekolah yang amat membelenggu profesionalitasnya!!!.


………………………………………………………………………………………………..
Sumber :
MEDIA, Majalah Bulanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur
Edisi Januari 2012

7 Langkah Membuat Website Gratis Di Internet


7 Langkah Membuat Website Gratis Di Internet
(Bagi Pemula)

          Membuta website? Dalam benak kita pasti yang terbayangkan adalah rumit, sukar, mahal, belum tentu orang awam bisa melakukan. Sekarang persepsi kita tadi hilangkan dulu. Sebenarnya membuat website di internet tidaklah serumit, sesukar atau semahal yang kita bayangkan, bahkan bagi pemula pun bisa membuat web asal ada ketekunan dan kemauan. Dalam pembuatan website tidaklah rumit atau sukar karena banyak sekali template yang dapat kita download dan kita tinggal memasukkan data atau informasi yang akan kita sajikan. Tidaklah mahal, karena dalam membuat website kita bisa menggunakan domain dan hosting pada jasa web penyedia domain dan penyedian web hosting yang tidak berbayar dan kita tidak perlu membayar langganan biaya sepeserpun pada penyedia layanan tersebut dengan konsekwensi tertentu, misalnya space penyimpanan terbatas, halaman web kita diselipkan iklan dan sebagainya.
Berikut ini adalah 7 lanhkah membuat website secara sederhana :
1.    Mebuat E-mail
           Langkah pertama sebelum kita membuat web, terlebih dahulu yang harus kita persiapkan adalah akun E-mail yang aktif atau E-mail yang bisa diakses atau digunakan mengirim dan menerima E-mail. Karena apabila kita mendaftar penyedia layanan untuk mendapatkan domain atau hosting kita pasti diharuskan mengisi kolom alamat E-mail yang berfungsi untuk ferifikasi akun yang telah kita buat.
2.    Menyiapkan domain
              Domain adalah nama atau alamat yang kita gunakan dan alamat itulah yang akan kita kenalkan ke banyak orang, ibaratnya domain adalah sebagai papan nama kita sekaligus sebagai cermin untuk mengakses web kita. Sebagai contoh www.hawindawidyafatma.t35.com , www.uns.ac.id dan sebagainya. Ada dua obsi kita membuat domain, menggunakan penyedia domain berbayar atau gratis :
*      Penyedia domain berbayar
       Untuk penyedia domain berbayar dapat memeriksa dan mendaftarkan di http://register.net/ untuk domain local (wilayah Indonesia) http://www.internic.com/. Tips kita sebaiknya menggunakan domain .web.id, bisa digunakan oleh perorangan dengan biaya tahunan 25ribu. Atau untuk domain sekolah .sch.id senilai 50ribu. Kelebihan domain berbayar adalah kita bisa memilih nama domain yang ingin kita miliki dan kita tidak menjadi sub domain dari penyedia layanan manapun, contoh  www.namadomain.ac.id.
*      Penyedia  domain gratis (tanpa bayar)
Banyak sekali penyedia domain gratis misalnya saja www.co.ac, www.000webhost.com, http://hyperphp.com. Saran dari penulis gunakan penyedia domain sekaligus penyedia layanan hosting, sehingga kita tidak perlu ganti penyedia layanan lagi untuk register atau login. Seperti www.co.cc, hanya memberikan layanan domain gratis tapi tidak menyediakan hosting gratis. Tapi kelebihannya kita bisa memilih nama domain yang bagus dan singkat, yaitu www.domainanda.co.cc.
3.    Menyiapkan hosting
              Kalau domain tadi ibarat papan nama sekaligus cermin, hosting ibarat tempat atau wadah penyimpanan file-file atau data-data kita, tanpa hosting web tidak akan mempunyai  tempat menyimpan data. Banyak hosting-hosting yang berbayar, banyak juga hosting yang gratis dengan server yang tidak jauh berbeda. Hosting berbayar tidak tepat untuk kebutuhan kita saat ini, karena percuma membayar langganan ribuan rupiah per bulan fasilitas yang kita dapat sebanding hosting gratis. Daftar di bawah ini membahas dan memandingkannya secara cepat, dan menjadi referensi untuk menentukan hosting gratis mana yang akan kita pilih. Provider-provider hosting gratis di bawah ini cukup terpercaya dan telah melayani hosting gratis bertahun-tahun.
        layanan yang dimiliki penyedia hosting ini yaitu domain full tidak terbatas, 250MB space disk, 100GB bandwith dan kontrol Control Panel. Kelebihan dari 000webhost halaman web kita bebas iklan dari penyedia, tetapi kita harus bersabar menanti 1 x 24 jam untuk mendapatkan ferifikasi akun di E-mail kita.
        layanan yang disediakan disini antara lain monitoring sever 24 x 7 dalam seminggu, dalam tampilan web kita bebas dari iklan, 10 buah database MySql, 2GB space web.
        web space gratis, 1 dominan yang dapat kita miliki, dan disediakan sub dominan tidak terbatas di alamat ini, halaman masih diselipkan iklan.
        layanan hosting atspace menyediakan, 500MB space web tanpa iklan. Semua akun disediakan email POP3 gratis, data backup data gratis, FTP dan kemudian instant membuat account.
        provider hosting web gratis ini menyediakan space penyimpanan seluas 8GB, 8GB transfer file, PHP5, MySQL dan yang lebih penting lagi tanpa banner iklan.
        layanan dari hosting ini antara lain 150MB disk space, 4GB data transfer, satu domain gratis, satu database MySql, dukungan Microsoft FrontPage dan banyak lagi.
        hosting gratis ini menyediakan beberapa layanan hosting dengan domain tidak terbatas, bandwith tidak terbatas, alamat email, manager  file atau control panel.
provider hosting gratis ini memberikan 200MB disk space, 5GB transfer data, dukungan PHP, Perl, CGI dan MySQL, 5 account email khusus website kita.

4.   Menyiapkan isi atau content web
a.   Menyiapkan isi web (membuat webpage)
         Ketika kita telah siap dengan domain dan hosting, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan konten web dan mendesain webpage:
*      Dengan download template
            Bagi pemula disarankan untuk menggunakan template dengan format http://www.hosting24.com, atau kita bisa mendapatkan alamatnya dengan search google dengan kata kunci “download template htm/html gratis”. Setelah kita mendownload file template, selanjutnya mengisi data atau informasi yang akan kita sajikan dengan bantuan program aplikasi Microsoft Frontpage, atau Web Editor.
*      Dengan program Front Page juga sudah tersedia template web. Tetapi disarankan agar kita membuat dari awal atau dari 0, gunakan file gambar dan file htm saja dan jangan menggunakan file dengan ekstensi btr, ico dan lainnya, dan jangan pula menggunakan file atau folder dengan nama depan dengan underline, contoh : _vti_cnf, _ico_index.htm. mengapa? File-file tersebut pada penyedia layanan hosting tentunya yang tidak di support Ms Front page pada saat kita up-load dia menolaknya, up load yang diterima hanya berupa file htm, html, php atau file gambar saja, ini biasanya terjadi pada penyedia layanan gratis yang tidak support Ms Front Page.
b.   Tips mendesain halaman web
         Pertama kalinya web kita sudah online, mesin pencatat (search engine) belum bisa menemukan isi web kita bahkan alamat kita. Berikut adalah tips dalam mendesain web agar di index atau dikenal mesin pencari atau search engine pada search engine google atau yahoo:
1)    Membuat judul atau tema web semenarik mungkin, karena kekuatan judul dapat mengindek pencari pesan dan sekaligus membaca web kita.
2)   Buat tema yang unik, sedang trend, atau jarang dipakai web lain.
3)   Sesuaikan tema dengan isi, apabila isi web tidak sinkron dengan tema, maka mesin pencari tidak akan mau membaca web kita, karena web kita dianggap bohong, mesin pencari bisa mendeteksi itu.
4)   Buatlah halaman web original dari buatan kita sendiri, mesin pencari bisa mendeteksi halaman web hasil copy paste atau bukan, hasil copy paste dari website orang lain dianggap oleh mesin pencari sebagai pembajakan atau web illegal, dan itu lain dengan kita menggunakan template hasil download, template tersebut termasuk legal karena walaupun gratis sudah mendapat lisensi dari pembuatnya.
5)   Buat halaman sesering mungkin untuk diakses, jangan terlalu banyak gambar, tetapi perbanyaklah tulisan-tulisan, karena mesin pencari akan mudah mengindek tulisan diandingkan dengan gambar.
6)   Seringlah mengunjungi artikel yang aktif dikunjungi banyak orang dan berilah tanggapan terhadap artikel tersebut, dan selipkan link masuk ke web kita disana, misalkan face book, bloger, karena link tersebut akan terbaca terlebih dahulu oleh mesin pencari.
7)   Beri link keluar pada web skala besar seperti, yahoo, google, face book, pada web kita, karena web tersebut akan memandu mesin pencari mendeteksi web kita.
c.    Up-load file
          Setelah kita selesai mendesain web kita, jangan lupa kita harus mencobanya dengan offline tanpa terkoneksi dengan internet dulu, pastikan web kita sudah bisa berjalan dengan normal. Apabila web kita sudah bisa diakses secara offline, langkah kita selanjutnya adalah up-load file htm, html dan file gambar kta ke hosting yang sudah kita siapkan pada langkah ke dua tadi. Kita harus mensetting web site dengan benar agar bisa berjalankan atau berfungsi dan orang lain dapat melihat website kita. Setting itu antara lain dengan MySQL dan mencopy seluruh file ke hosting. Cara mentrasfer file biasanya menggunakan FTP client, atau dengan masuk ke control  panel  pada akun web hosting kita. Pada langkah ini kondisional sekali karena pada setiap server atau layanan hosting cara masuk ke control panel  pada akun berbeda-beda. Kita bisa meminta bantuan pada google atau pemberi layanan hosting untuk membantu menemukan letak control panel pada akun web hosting kita. Setelah kita menemukan letak control panel pada akun web kita, up-load semua file ke direktori control panel pada akun kita.
d.   Setting domain
Setting domain kita yang sudah kita siapkan pada langkah ke-2, setting ini perlu dilakukan apabila kita memilih alamat layanan penyedia domain berbeda dengan alamat penyedia hosting. Contohnya kita memilih domain pada www.co.cc tetapi dengan web hosting www.000webshot.com, maka kita harus mem forward domain kita di www.co.cc keakun tempat kita menyimpan halaman web kita.
e.    Mencoba akses
Setelah kita berhasil meng up-load semua file dan mensetting domain, kita bisa mencoba mengakses web kita, apakah web kita sudah berjalan normal. Jika belum berhasil maka kita ulangi langkah ke-5, sampai kita bisa mengakses web kiata dengan baik.
Demikianlah langkah-langkah dalam pembuatan web sederhana, mudah-mudahan bermanfaat untuk semua. Selamat mencoba.
………………………………………………………………………………………………………
Sumber :
MEDIA, Majalah Bulanan  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur
Edisi Desember 2009
Oleh : bagus widyantoto, S.Pd
Guru SDN Tiripan 2, Berbek, Nganjuk
 
hawinda© Designed by: Compartidisimo